“Bulan puasa sungguh engkau telah mencapai kemuliaan yang tinggi, dan engkau diagungkan di antara bulan-bulan.
Wahai orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, ini adalah bulan sucimu, di dalamnya Allah memperbolehkan kepadamu untuk memperoleh suatu keuntungan.
Alangkah bahagianya orang yang taat pada Tuhannya dengan mendekatkan diri pada-Nya dan menjauhi apa yang diharamkannya.
Sungguh kerusakan bagi orang yang durhaka di bulan Ramadhan. Dia memakan makanan yang haram dan berdurhaka.”
Berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan sangat banyak. Mumpung baru sepekan berjalan Ramadhan 2009 ini, jangan sia-siakan untuk melakukan ibadah semaksimal mungkin, baik ibadah wajib maupun sunat. Melakukan kebaikan di bulan puasa pahalanya berlipat ganda, sebaliknya melakukan kemaksiatan dosanya juga dilipatgandakan. Tujuan puasa adalah takwa.
Rosulullah SAW bersabda: Jibril datang kepadaku dan berkata “Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin! Aku pun mengatakan Amin.” (HR Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
Apa sebaiknya yang harus kita lakukan pada bulan puasa ini?
1. Bersahur diwaktu akan puasa. Rosulullah SAW bersabda: “Makan sahur itu memberkahi, oleh karena itu janganlah meninggalkannya sekalipun seseorang di antaramu hanya dengan meminum seteguk air. Sesungguhnya Allah menurunkan rahmat dan malaikat memohon rahmat agar diberikan kepada orang-orang yang bersahur.” (HR: Ahmad).
2. Bersiwak pada pagi hari. Rosulullah SAW bersabda: “Sebaiknya perbuatan orang yang berpuasa adalah bersiwak.” (HR Baihaqi).
3. Mensegerakan berbuka bila matahari telah terbenam dan mendahlukan berbuka sebelumnya melakukan salah maghrib. Dalam hadist Qudsi disebutkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rosulullah SAW bersabda Allah berfirman: Hamba-Ku yang paling Ku sukai adalah yang paling cepat kalau buka puasa. (HR Tirmidzi). Dalam berbuka sebaiknya mendahulukan dengan makan kurma, bila tidak ada sebaiknya dengan air putih.
5. Jaga ucapan, penglihatan serta pendengaran dari hal yang haram. Seperti berbohong, ghibah, memfitnah, marah-marah atau emosi. Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum.” (HR Bukhari). Karena itu lebih baik tidur, jika memang tidak bisa menahan diri dari hal-hal yang haram atau makhruh. Juga menahan diri dari keinginan yang diperbolehkan, baik didengar, dilihat, diraba, dicium seperti bau harum.
6. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga salah lima waktu dengan berjamaah. Memperbanyak membaca Al Quran (bagi yang sudah bisa secara benar, yang belum bisa dengan cara membaca terjemahannya saja), berdzikir, berdoa, istighfar, serta membaca sholawat nabi.
7. Memperbanyak sedekah kepada anak yatim, fakir miskin serta orang-orang yang berhak menerima sedekah. Dari Ibnu ‘Abbas ra berkata, Rosulullah SAW adalah orang yang paling pemurah lebih-lebih dalam bukan ramadhan, bulan di mana beliu selalu ditemui Jibril
8. Memperbaiki hubungan kepada tetangga serta mempererat hubungan sanak kerabat.
9. Menjalankan shalat Tarawih pada malam hari. Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rosulullah SAW bersabda: Barang siapa yang mengerjakan salat sunah pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala kepada Allah maka diampunilah dosanya yang telah lampau. (HR Bukhori dan Muslim). Bilangan rokaat dalam salat taraweh tidak ada batasnya.
10. Memperbanyak Iktikaf di Masjid, terutama pada 10 hari terakhir malam Ramadhan. Aisyah berkata, adalah Rosulullah SAW bila sudah memasuki hari yang terakhir dari bulan Ramadhan mengikat sarungnya dengan erat mengisi malamnya dengan beberapa ibadah dan membangunkan istrinya. (HR Bukhori dan Muslim).
11. Memberi buka orang yang berpuasa. Dari Zaid bin Khalid, Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberi maka orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya. (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Doa ketika hendak berbuka puasa:
Allahumma laka shumtu wabika amantu wa’la rizqika afthartu birahmatika ya arhamarahimiin.
“Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada rahmat-Mu aku mengharapkan dan kepada-Mu aku bertaubat. Telah hilang kehausan, dan basah kembali urat-urat dan pahala telah tetap di sisi Allah, Insya Allah Ta’ala.” ***