Pameran lukisan Aura Dzikir: Abstrak nan religius

Karya seni rupa religi muncul juga di bulan Ramadhan ini. Bentara Budaya Yogyakarta bekerjasama dengan Manajemen Sang Kyai kali ini menghadirkan lukisan-lukisan abstrak karya Kyai Haji Muhammad Fuad Riyadi, Pengasuh Pesantrean Roudhotul Fatihah, Wonokromo, Pleret, Bantul Yogyakarta. Tema pameran lukisan inipun begitu sangat agamais: Lukisan Sang Kyai, Aura Dzikir

Kemunculan kali pertama Kyai Fuad Riyadi dalam pameran tunggal di Bentara Budaya ini tidak hadir begitu saja karena saat ini bulan Ramadhan namun pameran ini adalah kritik si Kyai terhadap pelaksanaan ibadah Ramadhan yang dilakukan masyarakat saat ini yang hanya meningkat secara kuantitas dengan suasana meriah bahkan gegap gempita dengan menggunakan pengeras suara saat menyelenggaraan ibadah padahal hal tersebut adalah praktek pemaksaaan pendengaran bahkan teror (suara) terhadap orang lain.

Lukisan-lukisan yang dibuat Kyai Fuad Riyadi bisa disebut bergenre abstrak. Penggolongan ini muncul dengan melihat tampilan-tampilan lukisan yang tidak menampilkan bentuk-bentuk obyek gambaran yang representatif.AA Nurjaman, Kurator pameran Aura Dzikir Kyai Fuad Riyadi ini, menerangkan lukisan karya Kyai Fuad menampilkan polesan cat akrilik dan plototan cat minyak di atas kanvas yang diratakan dengan jari-jari dan telapak tangan hingga membentuk bidang-bidang warna yang tercampur begitu saja.

Selain warna-warna asli (kuning, hijau, merah dan biru) terlihat pula warna tercampur langsung membentuk warna baru seperti violet, jingga dan coklat yang membentuk pohon, matahari atau keadaan alam yang tersusun dalam komposisi berirama,” kata Nurjaman.

Proses kreatif lukisan-lukisan abstrak Kyai Fuad Riyadi dilakukan dengan cara berdzikir pada waktu-waktu yang sangat ia pertimbangkan yaitu dalam suasana sangat hening dan diliputi kesendirian sehingga ia pun bisa tuntas melukisKyai Fuad Riyadi sendiri menerangkan proses kreatif yang ia lakukan dengan berdzikir (asketisme) sebagai proses menuangkan karya yang berisi energi positif tertinggi. Orang-orang yang saat berdzikir mampu mencapai tingkat ketenangan tertentu sebenarnya telah menempatkan dirinya sebagai penyebar cinta. Kyai kondang asal Bantul ini selalu berfikir terlebih dahulu tentang hasil lukisan yang telah ia buat. Tidak cukup setelah lukisan diselesaikan,maka proses melukis juga usai, namun ia membutuhkan waktu sekitar 40 hari lukisan tersebut dipajang di tempat ia berdzikir.

“Saya menjanjikan siapapun yang membeli koleksi luksan saya tidak akan kena santet,” tegas Kyai Fuad Riyadi.

Kyai muda ini sangat berharap ada orang yang mampu berada dalam level tertinggi dalam bermeditasi atau ada tokoh spiritual tingkat tinggi yang mampu mengungkapkan isi lukisan-lukisan yang ia buat. Untuk menjaga dari pretensi jahat yang datang pada lukisannya, Kyai yang mengaji agama sejak masa kanak-kanak ini menutup rapat semua hasil lukisannya dari tempat tinggalnya ke Bentara Budaya YogyakartaKyai Fuad Riyadi menerangkan beberapa karya lukisnya yang begitu kental dengan energi positif yang dapat memberikan keberuntungan bagi para pembeli lukisannya. Lukisan berjudul Naga Asa yang mendadak di beli Kapolres Sleman AKBP. Drs. Sudarmanto ia katakan mempunyai energi positif yang dapat membawa para pemimpin menjadi orang besar.

Saya khawatir ketika Bapak Kapolres Sleman membeli lukisan Naga Asa nanti ia jadi Kapolri,” jelas Kyai Fuad Riyadi.

Soal lukisan Naga Asa ini, menurut Nurjaman mendadak saja ada orang yang membeli lukisan berharga Rp370 juta sebelum pameran ini dibuka untuk umum.

Karya lain adalah Rindu Orang Sholeh yang menggambarkan kekangenan Kyai Fuad Riyadi kepada Syekh Zaini Abdul GAni Martapura Kalimantan Selatan, seorang kyai yang mempunyai banyak teman dari non Islam.Penikmat seni Sri Harjanto Sahid memberikan saran untuk menikmati lukisan dengan genre abstrak yaitu melihat lukisan abstrak tersebut dengan pikiran kosong atau tanpa membawa perasaan apapun dan biarkan mata hati dan mata bathin yang bekerja menikmati lukisan-lukisan abstrak tersebut.

Sri Harjanto Sahid menilai karya-karya lukisan abstrak Kyai Fuad Riyadi sudah melalui proses eksplorasi yang benar tapi masih mentah dalam hal penggarapan warna lukisan. Tapi, menurut pemilik 600 lukisan ini, karena kyai Fuad Riyadi ini masih baru dalam melukis nanti pada prosesnya akan bisa menemukan cara melukis yang tepat buat dirinya.

“Karena untuk melengkapi karya-karya seni yang dibuat menjadi sempurna butuh waktu juga,” kata Sri Harjanto Sahid.(The Real Jogja/joe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.